Tips berikut diperoleh dari salah satu majalah langganan saya. Menurut saya ini penting untuk dibagikan, karena saya pribadi beberapa kali menemukan masalah ini ketika melakukan uninstall/install sistem operasi. Saat melakukan uninstall/instalasi sistem operasi pada PC terutama yang memiliki dual boot, seringkali saya lupa bahwa ada yang namanya MBR (Master Boot Record) yang mengatur sistem operasi mana yang akan digunakan untuk boot.
Grub adalah software bawaan linux (selain LILO) yang digunakan untuk mengelola pilihan-pilihan sistem operasi dalam melakukan booting. Tidak jarang proses booting mengalami kegagalan karena Grub tidak dapat berjalan secara semestinya. Saat Anda mengalami hal ini, berikut adalah langkah-langkah yang dapat Anda lakukan :
Grub adalah software bawaan linux (selain LILO) yang digunakan untuk mengelola pilihan-pilihan sistem operasi dalam melakukan booting. Tidak jarang proses booting mengalami kegagalan karena Grub tidak dapat berjalan secara semestinya. Saat Anda mengalami hal ini, berikut adalah langkah-langkah yang dapat Anda lakukan :
- Siapkan live CD distro untuk dapat masuk ke terminal (distro bebas, asal memiliki Grub)
- Masuk ke terminal, kemudian ketik : grub <ENTER>, Anda akan segera memasuki konsole Grub.
- Grub membutuhkan file stage1 untuk men-setup dirinya. Pastikan Anda mengetahui letak file ini. Jika Anda bingung, cobalah perintah ini : find /boot/grub/stage1 (mencari file stage1). Lokasi file stage1 dinyatakan berupa (hd?,?). Sebaiknya, jika PC saat ini dalam keadaan baik-baik saja, segera check keberadaan file stage1 untuk kemudahan disaat diperlukan.
- Lanjutkan dengan menginstal ulang Grub ke mbr dengan perintah : setup (hd?,?).
- Keluar dari Grub dengan perintah : quit
Selanjutnya, tinggal me-restart PC.
Powered by ScribeFire.