Kemarin malam saya baru saja menginstall linux di PC rumah. Awalnya pilihan jatuh ke Ubuntu. Setelah beberapa kali percobaan, saya selalu gagal menginstall distro ini di PC saya. Akhirnya, saya sampai pada kesimpulan bahwa, PC saya dirumah tidak dapat menerima Ubuntu karena VGA card saya yang NVidia, terbukti setiap berusaha menginstall, ditengah jalan koneksi VGA card ke monitor selalu ‘menghilang’.

Setelah sekian kali percobaan gagal, akhirnya saya memutuskan untuk menggunakan distro Fedora Core 8. Instalasi berjalan mulus. Berhubung saya memiliki koneksi internet dengan provider Telkomspeedy, langkah selanjutnya setelah instalasi adalah men-setup koneksi ke speedy yang menggunakan modem ADSL.

Jika di Ubuntu ada ‘pppoeconf’, padanannya di Fedora Core adalah pppoe-setup. Hanya saja pada distro hasil instalasi saya, letak pppoe-setup tidak dalam default PATH, file ini terletak di direktori /sbin. Jadi untuk mulai mengkonfigurasi, saya ketikkan :

/sbin/pppoe-setup

Perintah ini saya jalankan sebagai administrator. Selanjutnya, saya tinggal menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti :

  • Perangkat (device) yang digunakan. Diisi dengan eth0, yaitu perangkat dimana modem ADSL terhubung ke PC.
  • Login name. Diisi dengan username untuk speedy (xxxxxxx@telkom.net)
  • Primary DNS. Diisi dengan primary DNS yang diperoleh dari provider (202.134.xxx.xxx)
  • Secondary DNS. Diisi dengan secondary DNS dari provider (202.134.xxx.xxx)
  • Password. Diisi dengan password untuk koneksi speedy.

Selanjutnya, program ini akan membuat file konfigurasi secara otomatis. Perhatikan dan ingat baik-baik file konfigurasi ini.

Setelah proses setup selesai, koneksi dapat dilakukan dengan perintah :

/sbin/ifup ppp0

dan untuk memutuskan koneksi, gunakan perintah :

/sbin/ifdown ppp0

Sampai tahap ini, saya telah berhasil melakukan koneksi internet menggunakan Fedora Core 8 dan modem ADSL.