Akhirnya, setelah menimbang beberapa lama, tergoda juga buat install slackware. Orang bilang, kalau mau belajar linux pakailah slackware. Berhubung, saya menginstall slackware 12.0, kayaknya anggapan seperti itu sudah nggak relevan lagi. Tidak jauh berbeda dengan distro lainnya, Slackware menurut saya sudah cukup user friendly (asal mau kotak-katik sedikit).

Dukungan multimedia bukan prioritas saya dalam memilih sistem operasi, tapi namanya juga orang, butuh hiburan kan ? Saat mencoba menjalankan file .mp3 dari Amarok, ternyata…suara nihil. Dari hasil googling, saya peroleh 3 langkah mudah untuk “mengeleminasi” masalah ini :

  1. Sebagai root, jalankan perintah : alsaconf. Biarkan ALSA melakukan deteksi otomatis kartu suara yang terpasang di komputer. (Jika, tidak terdeteksi, jangan lanjutkan membaca tip ini !)
  2. Jalankan perintah alsamixer. Atur tingkat suara untuk setiap tipe output. Gunakan panah atas-bawah untuk mengatur tingkat suara, dan panah kanan-kiri untuk memilih tipe output yang akan diatur. Tekan ESC setelah selesai.
  3. Jalankan perintah alsactl store untuk menyimpan konfigurasi.

Setelah melakukan ketiga langkah tersebut, saya segera mencoba Amarok. Hasilnya, cukup memuaskan !