Sebelum mulai ke sisi teknis, saya akan menjelaskan sedikit mengapa saya mencoba teknik bernama “bonding” ini. Laboratorium tempat saya mengutak-atik komputer memiliki sebuah file server yang biasa digunakan untuk kegiatan praktikum. Saat kegiatan praktikum berlangsung,koneksi ke server ini sangat padat sehingga terkadang user membutuhkan waktu yang lama saat menyimpan file.
Kasus ini tidak lantas membuat saya berkesimpulan bahwa saya solusinya adalah bonding. Ada beberapa hal lain yang mungkin menyebabkan hal ini, diantaranya adalah : memory kurang, processor yang tidak memadai dan hub (ya, hub ! karena switch di lab ini sedang rusak terpaksa saya menggantinya dengan hub).
Lalu mengapa saya memilih bonding ? Tidak ada alasan lain selain karena Laboratorium ini memiliki sisa NIC yang cukup banyak. Ok, lalu apa sebenarnya kegunaan bonding ? Banyak ! Tapi saya hanya mengambil salah satunya, yaitu membagi beban koneksi ke beberapa NIC dalam satu komputer.
Server ini kini memiliki 2 NIC. Linux mengenalinya sebagai eth0 dan eth1. Eth0 adalah NIC yang sejak awal telah ada di server dan eth1 adalah NIC yang baru di pasang. Terhadap NIC yang baru terpasang (eth1) saya tidak melakukan konfigurasi apapun.
Langkah pertama yang saya lakukan adalah menginstall perangkat lunak ifenslave. Dengan Ubuntu saya cukup menjalankan perintah :
sudo apt-get update && apt-get install ifenslave
Selanjutnya saya menambahkan baris-baris berikut ke dalam file /etc/modprobe.d/aliases
alias bond0 bonding
options bonding mode=0 miimon=100 downdelay=200 updelay=200
Langkah selanjutnya adalah mengedit file /etc/network/interfaces dengan menambahkan baris-baris berikut :
iface bond0 inet static
address 10.100.60.31
netmask 255.255.255.0
network 10.100.60.0
gateway 10.100.60.1
dns-nameservers 10.100.100.1
hwaddress ether 00:05:5D:7C:FD:96
post-up ifenslave bond0 eth0 eth1
auto bond0
Perhatikan, hwaddress ether ……. saya dengan alamat hardware dari NIC (eth0 dengan MAC 00:05:5D:7C:FD:96).
Kemudian saya memeriksa apakah dalam file ini terdapat baris-baris pernyataan yang melibatkan eth1 (selain dari baris pernyataan yang saya masukkan sebelumnya), ternyata ada ! Dan pernyataan ini saya commented out dengan memberikan tanra ‘#’ di depannya.
Setelah semua kegiatan ini, saya akhiri dengan merestart server ’shutdown -r now’
Whoalla….sukses deh bonding kali ini !